Rasulullah SAW Anjurkan Kurma dan Air Saat Berbuka Puasa

Palapatvnews.id-Rasulullah SAW menganjurkan umat Islam untuk menyegerakan berbuka puasa dengan makanan sederhana namun bernilai gizi tinggi, yakni kurma dan air putih. Anjuran ini tercantum dalam sejumlah hadis sahih dan hingga kini masih dipraktikkan oleh umat Muslim di seluruh dunia.

Dalam hadis yang diriwayatkan oleh Abu Dawud dan Al-Tirmidzi, disebutkan bahwa Rasulullah SAW berbuka puasa dengan beberapa butir kurma segar (ruthab). Jika tidak ada, beliau berbuka dengan kurma kering (tamr). Jika tidak tersedia keduanya, maka beliau meminum beberapa teguk air.

Ustaz Ahmad Fauzi, dai di Sukabumi, menjelaskan bahwa anjuran tersebut tidak hanya bernilai ibadah, tetapi juga memiliki hikmah kesehatan. “Kurma mengandung gula alami seperti glukosa dan fruktosa yang cepat diserap tubuh, sehingga efektif mengembalikan energi setelah seharian berpuasa,” ujarnya, Jumat (21/2/2026).

Mengapa Kurma?

Secara ilmiah, kurma dikenal kaya serat, kalium, magnesium, dan antioksidan. Kandungan gula alaminya membantu menaikkan kadar gula darah secara bertahap, sehingga tubuh tidak mengalami lonjakan drastis setelah berpuasa.

Penelitian nutrisi modern bahkan banyak merekomendasikan konsumsi buah manis alami dibandingkan makanan tinggi gula olahan saat berbuka, karena lebih aman bagi metabolisme.

Menyegerakan Berbuka

Selain jenis makanan, Rasulullah SAW juga menekankan pentingnya menyegerakan berbuka setelah waktu Magrib tiba. Dalam hadis riwayat Muhammad al-Bukhari dan Muslim ibn al-Hajjaj, disebutkan bahwa umat Islam akan senantiasa berada dalam kebaikan selama mereka menyegerakan berbuka.

Tradisi ini mengandung makna ketaatan dan keseimbangan, yakni tidak berlebihan dalam menahan lapar maupun berlebihan saat makan.

Sederhana dan Tidak Berlebihan

Para ulama juga mengingatkan agar berbuka tidak menjadi ajang berlebih-lebihan. Rasulullah SAW mencontohkan pola makan sederhana, tidak berlebihan, dan tetap menjaga kesehatan.

“Berbuka secukupnya, lalu salat Magrib, baru kemudian makan utama. Itu pola yang sangat sehat dan penuh hikmah,” tambahnya.

Dengan meneladani cara Rasulullah SAW berbuka puasa, umat Islam tidak hanya mendapatkan pahala sunnah, tetapi juga manfaat kesehatan yang terbukti relevan hingga era modern.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *