Palapatvnews.id-Praktik puasa yang dijalankan umat Muslim setiap bulan Ramadan ternyata tidak hanya berdimensi spiritual, tetapi juga membawa manfaat signifikan bagi kesehatan fisik. Sejumlah penelitian medis menunjukkan bahwa puasa dapat membantu memperbaiki metabolisme tubuh, mengontrol gula darah, hingga menurunkan risiko penyakit kronis.
Menurut sejumlah studi yang dipublikasikan oleh peneliti dari Harvard Medical School, pola intermittent fasting—yang secara konsep mirip dengan puasa Ramadan—dapat meningkatkan sensitivitas insulin dan membantu proses pembakaran lemak. Saat tubuh tidak menerima asupan makanan selama beberapa jam, sistem metabolisme beralih dari penggunaan glukosa menjadi pembakaran lemak sebagai sumber energi.
Selain itu, penelitian yang dirilis oleh Johns Hopkins University menyebutkan bahwa puasa memicu proses autofagi, yaitu mekanisme alami tubuh untuk membersihkan sel-sel yang rusak dan memperbaiki jaringan.
dr. Randi Setiawan, menjelaskan bahwa puasa juga membantu sistem pencernaan beristirahat. “Dalam kondisi normal, organ pencernaan bekerja hampir tanpa henti. Puasa memberi waktu regenerasi yang cukup,” ujarnya.
Namun demikian, ia mengingatkan masyarakat untuk tetap memperhatikan asupan nutrisi saat sahur dan berbuka agar manfaat puasa bisa optimal













